Senin, 04 Januari 2010

ARSITEKTONIK ( lagi dan lagi..............)

The Art of Joining – Seni Menggabungkan

Berbicara mengenai arsitektur adalah berbicara mengenai garis, ruang dan bidang yang dikomposisikan dengan menggunakan material/bahan tertentu dan pada setting atau tempat yang tertentu pula. Bagaimana berbagai jenis material/bahan dikomposisikan dan mewujud dalam arsitektur melalui penyelesaian sambungan yang terkait dengan gaya konstruksi – itulah yang disebut dengan tektonika. Adolf Heinrich Borbein (1982) menyatakan ”Tectonics becomes the art of joining”. Sambungan (joints) harus terjamin tidak hanya pada kekuatannya, namun juga keselarasannya. Sambungan tidak hanya harus benar secara statika, namun harus juga menampilkan diri secara visual kebenaran nalar itu.
Arsitektur yang berhasil adalah arsitektur yang detil-detilnya diselesaikan dengan baik. Yang dimaksud dengan detil arsitektural adalah hubungan antara bagian /potongan/fragmen dalam sebuah bangunan dengan bangunan secara keseluruhan. Detil bukanlah sekedar elemen pembantu dalam arsitektur. Yang termasuk didalamnya adalah elemen-elemen komposisi; hubungan ruang luar dan ruang dalam, hubungan solid dan void, dan lain-lain. Maka seni detil adalah ”seni penggabungan: (the art of joining) dari bahan-bahan, elemen-elemen, komponen-komponen, atau bagian-bagian bangunan dalam suatu cara yang estetik dan fungsional.
Pada masa lalu, nenek moyang kita telah melakukan pengolahan detil pada arsitektur tradisional di berbagai daerah di Nusantara secara luar biasa. Susunan balok melintang dan membujur pada konstruksi tumpangsari dalam rumah tradisional Jawa dan konsol pada kolom tepi bangunan – di Kotagede disebut ”bahu dhanyang” adalah dua di antara detil arsitektural yang memberi karakter khusus pada bangunan. Demikian pula akhiran sambungan antara balok lantai yang membujur dan melintang pada rumah Batak, rumah Nias Selatan, rumah Toraja, dan lain sebagainya.

Ragam Detil dalam Arsitektur
Berikut ini adalah beberapa ragam detil yang dapat dikembangkan dalam desain arsitektur.

1. Detil Penyangga/Kolom
Kolom yang berfungsi sebagai penyangga dan penyalur beban dari atap bangunan dapat diselesaikan dengan detil yang baik baik pada ujung bawah (sambungan antara kolom dengan umpak dan lantai) maupun pada ujung atas (sambungan antara kolom dengan kepala/mahkota kolom dan balok).

2. Detil Penghubung
Tangga atau trap adalah penghubung antara lantai yang lebih rendah ke lantai yang lebih tinggi dan dapat diselesaikan dengan baik dengan cara mengolah detil sambungan misalnya: antara anak tangga dengan struktur penyangganya atau antara handrail dengan dinding maupun lantai.

3. Detil Solid-Void (Bidang Masif-Rongga)
Sebuah ruang seringkali membutuhkan pembatas dengan ruang yang lain. Ada ruang yang menuntut privacy tinggi sehingga perlu terlindung secara visual maupun fisikal. Ada pula ruang yang butuh pembatas secara fisikal namun tetap bisa terhubung secara visual. Hubungan antara sebuah pintu, jendela, atau bukaan dengan bidang dinding dapat diselesaikan dengan detil yang baik. Demikian pula pengolahan detil dapat dilakukan pada bidang vertikal yang berfungsi sebagai semacam tirai pembatas antara ruang dalam dan ruang luar.

4. Detail Bidang Transparan
Sebuah ruang seringkali membutuhkan pembatas yang tidak sepenuhnya masif, tetapi ada sebagian yang terbuka. Biasanya bidang ini berupa dinding roster yang apabila didesain secara khusus akan menambah keindahan ruang dan bangunan.

5. Detil Akhiran
Akhiran sebuah bidang, atau akhiran dari bidang-bidang yang saling bertemu berupa sebuah sudut yang dapat juga diselesaikan dengan detil yang baik, seperti halnya arsitektur kuno menyelesaikannya dengan desain kornis.

6. Detil Tekstur Permukaan
Unsur arsitektur yang berupa permukaan bidang sangat baik dalam mengeksploitasi cahaya, menguatkan fungsi penting dari warna, serta menciptakan kontras. Bidang-bidang dengan karakteristik bahan, tekstur, dan warna yang berbeda akan menghasilkan komposisi detil yang bagus.

Sumber : dikutip dari www.rumahjogja.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar