b. Pemakaian bentuk rib vaults atau bentuk kubah yang menyerupaI kubus. Ini adalah salah atu pembeda arsitektur gotic dengan priode sebelumnya yaitu system struktur kolom dan langit-langait tidak terpisah. Jadi disini digabung yang menyerupai ranting pohon dan selanjutnya berkembang menjadi mirip kipas
Minggu, 27 Juni 2010
arsitektur gotik- karakter arsitektur gotik
a. Pada arsitektur Gotik dinding luarnya diberi hiasan patung-patung orang suci yang indah dalam jumlah yang besar. fasade dan gerbang utamanya dijadikan sebagai titik pusat perhatian dengan cara diberi banyak hiasan dan ornamen yang bernilai seni tinggi.Dinding diantara kerangka gerbang yang melengkung dan mengarah keatas serta mempunyai kesan tenang.

b. Pemakaian bentuk rib vaults atau bentuk kubah yang menyerupaI kubus. Ini adalah salah atu pembeda arsitektur gotic dengan priode sebelumnya yaitu system struktur kolom dan langit-langait tidak terpisah. Jadi disini digabung yang menyerupai ranting pohon dan selanjutnya berkembang menjadi mirip kipas


b. Pemakaian bentuk rib vaults atau bentuk kubah yang menyerupaI kubus. Ini adalah salah atu pembeda arsitektur gotic dengan priode sebelumnya yaitu system struktur kolom dan langit-langait tidak terpisah. Jadi disini digabung yang menyerupai ranting pohon dan selanjutnya berkembang menjadi mirip kipas
perkembangan arsitektur 2 - arsitektur gotik part 4-Karakteristik bangunan gotic party 2
3. Kita bisa menemukan kaca patri, ini mengartikan bahwa pada abad ke 12 kaca patri ini sedang maju dan berkembang. Disebut juga dengan perkembangan teknologi pada masa itu.
4. Pengembanganbentukrib vaults—bentukkubahyang menyerupairusuk. Salah satu pembeda arsitektur Gothic denganperiodesebelumnyaadalahsistemkonstruksikolomdanlangit-langittidakterpisah. Jadi antara kolom danrusuk penyangga atap menyatu. Sebagai pengembangan dari struktur busur silang yang banyak digunakan pada periode sebelumnya, bentuk busur rusukdapat dikatakan terinspirasi dari bentuk ranting pohon.
5. Tiang atau kolom yang tebal dan besar adalah ciri khas arsitektur gotic. Jajaran kolom yang tersusun atau dengan pola grid merupakan struktur poka utama bangunan gotic.
6. Bangunan Gotik merupakan bangunan dengan sistem kerangka dan penopang. dinding-dindingnya berfungsi sebagai pelindung yang melingkupi ruang dalam gereja seperti selubung tipis. Beban atapnya yang melengkung dan tiang tinggi, ditopang oleh pilar-pilar, ditempatkan mengerombol dan saling berkaitan
perkembangan arsitektur 2 - arsitektur gotik part 4-Karakteristik bangunan gotic
Karakteristik bangunan gotic
1. Kita bisa dengan mudah menemukannya yaitu pada menara gereja yang ada di depan dan juga pada belakang gereja. Yang pada masa itu menara berfungsi sebagai pertanda bahwa bangunan itu adalah bangunan peribadatan di dalam gereja. Dan terbukti sampai saat ini isyarat pertanda itu masih di pakai sampai sekarang. Menara yang menjulang tinggi tersebut juga mempunyai fungsi yang tidask kalah pentingnya yaitu sebagai tempat lonceng yang di letakkan di atas menara tersebut.

2. Adanya jendela bunga (rose window). Kalua diartikan secara arsitektural kita mungkin semua tahu bahwa itu adalah bukaan yang di maksudkan untuk pencahayaan, tetapi selain itu rose window menurut pengertian religinya, bahwa disini diartikan bahwa sebuah simbol firman tuhan yang artinya memasukkan cahaya kedalam hati jemaat sehingga bisa menerangai hati mereka yang gelap
1. Kita bisa dengan mudah menemukannya yaitu pada menara gereja yang ada di depan dan juga pada belakang gereja. Yang pada masa itu menara berfungsi sebagai pertanda bahwa bangunan itu adalah bangunan peribadatan di dalam gereja. Dan terbukti sampai saat ini isyarat pertanda itu masih di pakai sampai sekarang. Menara yang menjulang tinggi tersebut juga mempunyai fungsi yang tidask kalah pentingnya yaitu sebagai tempat lonceng yang di letakkan di atas menara tersebut.
2. Adanya jendela bunga (rose window). Kalua diartikan secara arsitektural kita mungkin semua tahu bahwa itu adalah bukaan yang di maksudkan untuk pencahayaan, tetapi selain itu rose window menurut pengertian religinya, bahwa disini diartikan bahwa sebuah simbol firman tuhan yang artinya memasukkan cahaya kedalam hati jemaat sehingga bisa menerangai hati mereka yang gelap
perkembangan arsitektur 2 - arsitektur gotik part 3
Denah dan bentuk secara keseluruhannya lebih bebas dan lebih berexpresi dibandingkan dengan bizantium dan Romanesque. Perubahan-perubahan yang terjadi pada periode ini diantaranya :
Langit –langit yang jauh melebihi skala manusia, terutama pada gereja dan katedral.
Bentuk busur yang meruncing dikarenakan keinginan untuk menciptakan atap meruncing sebagai arsitektur vernakular eropa. Dan ini merupakan karena tuntutan salju.
Disamping itu tadi, ukuran diameter kolom manjadi sangat besar, ini merupakan gabungan dari kolom-kolom kecil sehingga terlihat besar yang langsung menopang rusuk-rusuk. Meskipun sama-sama berukuran besar, pada arsitektur yunani hal ini dikarenakan untuk menopang atap dan entablature yang sangat besar. Dan selanjutnya kolomnya berkembang menjadi kolom structural dan non structural.
Bukaan-bukaan yang lebar, sehingga pada interior terlihat cahaya alami menyelimuti ruangan pada akhirnya menjadi ciri khas arsitektur gotic. Unsur pencahayaan tersebut menjadi unsure yang diartikan menambah keangungan dan unsur spiritual bagi jamaat di dalamnya.
Langit –langit yang jauh melebihi skala manusia, terutama pada gereja dan katedral.
Bentuk busur yang meruncing dikarenakan keinginan untuk menciptakan atap meruncing sebagai arsitektur vernakular eropa. Dan ini merupakan karena tuntutan salju.
Disamping itu tadi, ukuran diameter kolom manjadi sangat besar, ini merupakan gabungan dari kolom-kolom kecil sehingga terlihat besar yang langsung menopang rusuk-rusuk. Meskipun sama-sama berukuran besar, pada arsitektur yunani hal ini dikarenakan untuk menopang atap dan entablature yang sangat besar. Dan selanjutnya kolomnya berkembang menjadi kolom structural dan non structural.
Bukaan-bukaan yang lebar, sehingga pada interior terlihat cahaya alami menyelimuti ruangan pada akhirnya menjadi ciri khas arsitektur gotic. Unsur pencahayaan tersebut menjadi unsure yang diartikan menambah keangungan dan unsur spiritual bagi jamaat di dalamnya.
perkembangan arsitektur 2 - arsitektur gotik
ArsitekturGothic umumdikenaldenganbangunanCathedrals, abbeys, danParish ChurcesdiEropa. Selainitujugaterdapatbanyakistana, kerajaan, town hall, universitas, danbangunanpribadi.Karakteristikyang paling tercerminmembentukarsitekturGothic adalahCathedrals.
kebayakan dari bngunan gotic adalah bangunan gereja
Arsitrektur gotic lahir disetiap wilayah dan juga Negara-negara di dunia tentu dengan perbedaan karakter-karakter sebagai kekayaan gotic.
Tipologi dan karakteristic arsitektur gotic menjadi simbol atau patokan kejayaan arsitektur bangunan gereja yang berlanggam gotic.
Aliran gotic ini juga disebut-sebut sebagai seni barbarian. Di inggris pada tahun 1700-1800 disebut atau di juluki seni gotic adalah seni yang tidak mempunyai rasa, hambar sekaligus disebut sebagai seni yang menyimpang darai kaidah-kaidah seni biasanya.
Beberapa Negara yang menjadi titik perkembangan arsitektur gotic adalah prancis, inggris, jerman, italia, spanyol, belgia dan belanda. Maksud titik disini adalah yang paling menonjol dan merupakan paling terbanyak bangunan gotic.
Pada era arsitektur gotic inilah ada upaya para pakar untuk memadukan atau meluruskan bahwa arsitektur sebagai ilmu bangunan.
Hal yang paling penting untuk kita ingat bersama adalah system struktur atap pada gereja yaitu flaying butters yaitu balok miring yang melayang dan menyalurkan beban ke atap, memperkuat bangunan sekaligus juga sebagai estetika.
kebayakan dari bngunan gotic adalah bangunan gereja
Arsitrektur gotic lahir disetiap wilayah dan juga Negara-negara di dunia tentu dengan perbedaan karakter-karakter sebagai kekayaan gotic.
Tipologi dan karakteristic arsitektur gotic menjadi simbol atau patokan kejayaan arsitektur bangunan gereja yang berlanggam gotic.
Aliran gotic ini juga disebut-sebut sebagai seni barbarian. Di inggris pada tahun 1700-1800 disebut atau di juluki seni gotic adalah seni yang tidak mempunyai rasa, hambar sekaligus disebut sebagai seni yang menyimpang darai kaidah-kaidah seni biasanya.
Beberapa Negara yang menjadi titik perkembangan arsitektur gotic adalah prancis, inggris, jerman, italia, spanyol, belgia dan belanda. Maksud titik disini adalah yang paling menonjol dan merupakan paling terbanyak bangunan gotic.
Pada era arsitektur gotic inilah ada upaya para pakar untuk memadukan atau meluruskan bahwa arsitektur sebagai ilmu bangunan.
Hal yang paling penting untuk kita ingat bersama adalah system struktur atap pada gereja yaitu flaying butters yaitu balok miring yang melayang dan menyalurkan beban ke atap, memperkuat bangunan sekaligus juga sebagai estetika.
Sabtu, 26 Juni 2010
perkembangan arsitektur 2 , sejarah arsitektur gotik 1
Arsitektur gotic adalah arsitektur yang berasal dari prancis pada abad ke 12 dan berakhir pada abad ke 16. Kira-kira pada tahun 1200 sampai 1600 masehi. berevolusi dari arsitektur Romanesque dan di lanjutkan oleh arsitektur renaissance.
Bangunan gotik sangatlah expresip. Karena bentukan-bentukan baik itu exterior maupun interior dari bangunan gotic sangatlah luar biasa dan penuh dengan expresi. Tetapi juga tidak melupakan filosofinya
Arsitektur Gotik pada dasarnya merupakan pengkayaan Arsitektur Romanesk, namun demikian ekstrimnya hingga justru menjadi sebuah aliran Arsitektur yang baru
Bangunan gotik sangatlah expresip. Karena bentukan-bentukan baik itu exterior maupun interior dari bangunan gotic sangatlah luar biasa dan penuh dengan expresi. Tetapi juga tidak melupakan filosofinya
Arsitektur Gotik pada dasarnya merupakan pengkayaan Arsitektur Romanesk, namun demikian ekstrimnya hingga justru menjadi sebuah aliran Arsitektur yang baru
Minggu, 14 Maret 2010
Hubungan Ruang
HUBUNGAN RUANG
Ruang di dalam ruang

Ruang-ruang yang saling berkait

Ruang-ruang yang bersebelahan

Ruang-ruang yang dihubungkan oIeh sebuah ruang bersama

Ruang di dalam ruang
Sebuah ruang yang luas dapat mencakup dan memuat sebuah ruang lain yang lebih kecil di dalamnya. Kontinuitas visual dan kontinuitas ruang di antara kedua ruang tersebut dengan mudah dapat dipenuhi, tetapi ruang yang leih kecil sangat
tergantung pada ruang yang besar dalam hubungannya dengan Iingkungan eksterior
Dalam jenis hubungan ruang ini, ruang yang leih besar berfungsi sebagai suatu daerah tiga dimensi untuk ruang kecil di dalamnya.

Jika ruang yang di dalam berkembang ukurannya, ruang yang leih besar akan mulai kehilangan artinya sebagai bentuk ruang penutup Jika ruang yang di dalam tadi terus diperluas, ruang sisa di sekitarnya akan menjadi semakin tertekan untuk berfungsi sebagai ruang penutup.

Untuk dapat lebih menarik perhatian, ruang yang di dalam dapat memanfaatkan wujud luarnya, tetapi diorientasikan dalam bentuk lain.
Hal ini akan menciptakan suatu grid sekunder dan satu set ruang-ruang sisa yang dinamis di dalam ruang yang lebih besar

Ruang yang di dalam dapat juga berbeda bentuk dengan ruang pelingkupnya untuk memperkuat kesan sebagai sebuah volume yang mandiri. Perlawanan bentuk ini dapat menunjukkan suatu perbedaan fungsional antara kedua ruang atau melambangkan kepentingan ruang yang berada di dalam

Contoh penerapan hubungan “ruang dalam ruang

Ruang-ruang yang saling berkait
Suatu hubungan ruang yang saling berkait dihasilkan dan overlapping dua daerah ruang yang membentuk suatu daerah ruang bersama.


Jika dua buah ruang membentuk volume berkaitan seperti ini, masing-masing ruang mempertahankan identitas dan definisinya sebagai suatu ruang.
Bagian yang saling berkait dari dua buah volume dapat digunakan bersama secara seimbang dan merata oleh masing-masing ruang.

Bagian yang saling berkait dapat melebur dengan salah satu ruang dan menjadi bagian yang menyatu dari ruang tersebut

Bagian yang saling berkaitan dapat mengembangkan integritasnya sebagai sebuah ruang yang berfungsi untuk menghubungkan kedua ruang aslinya

Contoh :

Ruang-ruang yang bersebelahan
Bersebelahan adalah jenis hubungan ruang yang paling umum. Hal tersebut memungkinkan definisi yang jelas dan untuk masing-masing ruang baik terhadap fungsi maupun persyaratan simbolisnya.


Tingkat kontinuitas visual maupun ruang yang terjadi antara dua ruang yang berdekatan akan tergantung pada sifat alami bidang yang memisahkan sekaligus mcnghubungkan keduanya.
Bidang pemisah dapat membatasi pencapaian visual maupun fisik antara dua ruang bersebelahan, memperkuat individualitas masing-masing ruang dan menampung perbedaan yang ada

Bidang pemisah dapat muncul sebagai suatu bidang yang berdiri sendiri dalam volume ruang tunggal

Bidang pemisah dapat menjadi pembatas berupa baris kolom-kolom yang memberikan tingkat kontinuitas visual serta kontlnuitas ruang yang tinggi di antara dua buah ruang

Bidang pemisah dapat seolah terbentuk dengan sendirinya dengan adanya perbedaan ketinggian lantai, material permukaan, atau tekstur.

Contoh :


Ruang-ruang yang dihubungkan oIeh sebuah ruang bersama
Dua buah ruang yang terpisah oleh jarak dapat dihubungkan atau dikaitkan satu sama lain oleh ruang ketiga yaitu ruang perantara. Hulungan visual dan hubungan keruangan antara kedua ruang tergantung pada sifat ruang ketiga yang digunakan bersama-sama.


Ruang perantara dapat Berbeda dalam bentuk dan orientasi dari kedua ruang lainnya untuk menunjukkan fungsinya seagai penghubung.
Kedua ruang, seperti juga ruang perantaranya dapat setara dalam wujud dan ukuran dan membentuk serangkaian ruang-ruang linier.

Ruang perantara dapat berbentuk linier untuk menghubungkan kedua ruang yang berjarak, atau menghubungkan seluruh rangkaian ruang-ruang yang tidak mempunyal hubungan langsung satu sama lain

Ruang perantara yang cukup kesar, dapat menjadi ruang yang dominan dalam hubungannya dengan ruang-ruang lain dan mampu mengorganisir sejumlah ruang yang terkait

Bentuk ruang perantara dapat terjadi dengan sendirinya atau ditentukan oleh bentuk dan orientasi dan kedua ruang yang terkait

Contoh penerapan hubungan ruang yang bersebelahan :
Ruang di dalam ruang
Ruang-ruang yang saling berkait
Ruang-ruang yang bersebelahan
Ruang-ruang yang dihubungkan oIeh sebuah ruang bersama
Ruang di dalam ruang
Sebuah ruang yang luas dapat mencakup dan memuat sebuah ruang lain yang lebih kecil di dalamnya. Kontinuitas visual dan kontinuitas ruang di antara kedua ruang tersebut dengan mudah dapat dipenuhi, tetapi ruang yang leih kecil sangat
tergantung pada ruang yang besar dalam hubungannya dengan Iingkungan eksterior
Dalam jenis hubungan ruang ini, ruang yang leih besar berfungsi sebagai suatu daerah tiga dimensi untuk ruang kecil di dalamnya.
Jika ruang yang di dalam berkembang ukurannya, ruang yang leih besar akan mulai kehilangan artinya sebagai bentuk ruang penutup Jika ruang yang di dalam tadi terus diperluas, ruang sisa di sekitarnya akan menjadi semakin tertekan untuk berfungsi sebagai ruang penutup.
Untuk dapat lebih menarik perhatian, ruang yang di dalam dapat memanfaatkan wujud luarnya, tetapi diorientasikan dalam bentuk lain.
Hal ini akan menciptakan suatu grid sekunder dan satu set ruang-ruang sisa yang dinamis di dalam ruang yang lebih besar
Ruang yang di dalam dapat juga berbeda bentuk dengan ruang pelingkupnya untuk memperkuat kesan sebagai sebuah volume yang mandiri. Perlawanan bentuk ini dapat menunjukkan suatu perbedaan fungsional antara kedua ruang atau melambangkan kepentingan ruang yang berada di dalam
Contoh penerapan hubungan “ruang dalam ruang

Ruang-ruang yang saling berkait
Suatu hubungan ruang yang saling berkait dihasilkan dan overlapping dua daerah ruang yang membentuk suatu daerah ruang bersama.

Jika dua buah ruang membentuk volume berkaitan seperti ini, masing-masing ruang mempertahankan identitas dan definisinya sebagai suatu ruang.
Bagian yang saling berkait dari dua buah volume dapat digunakan bersama secara seimbang dan merata oleh masing-masing ruang.
Bagian yang saling berkait dapat melebur dengan salah satu ruang dan menjadi bagian yang menyatu dari ruang tersebut
Bagian yang saling berkaitan dapat mengembangkan integritasnya sebagai sebuah ruang yang berfungsi untuk menghubungkan kedua ruang aslinya
Contoh :

Ruang-ruang yang bersebelahan
Bersebelahan adalah jenis hubungan ruang yang paling umum. Hal tersebut memungkinkan definisi yang jelas dan untuk masing-masing ruang baik terhadap fungsi maupun persyaratan simbolisnya.

Tingkat kontinuitas visual maupun ruang yang terjadi antara dua ruang yang berdekatan akan tergantung pada sifat alami bidang yang memisahkan sekaligus mcnghubungkan keduanya.
Bidang pemisah dapat membatasi pencapaian visual maupun fisik antara dua ruang bersebelahan, memperkuat individualitas masing-masing ruang dan menampung perbedaan yang ada
Bidang pemisah dapat muncul sebagai suatu bidang yang berdiri sendiri dalam volume ruang tunggal
Bidang pemisah dapat menjadi pembatas berupa baris kolom-kolom yang memberikan tingkat kontinuitas visual serta kontlnuitas ruang yang tinggi di antara dua buah ruang
Bidang pemisah dapat seolah terbentuk dengan sendirinya dengan adanya perbedaan ketinggian lantai, material permukaan, atau tekstur.
Contoh :


Ruang-ruang yang dihubungkan oIeh sebuah ruang bersama
Dua buah ruang yang terpisah oleh jarak dapat dihubungkan atau dikaitkan satu sama lain oleh ruang ketiga yaitu ruang perantara. Hulungan visual dan hubungan keruangan antara kedua ruang tergantung pada sifat ruang ketiga yang digunakan bersama-sama.

Ruang perantara dapat Berbeda dalam bentuk dan orientasi dari kedua ruang lainnya untuk menunjukkan fungsinya seagai penghubung.
Kedua ruang, seperti juga ruang perantaranya dapat setara dalam wujud dan ukuran dan membentuk serangkaian ruang-ruang linier.
Ruang perantara dapat berbentuk linier untuk menghubungkan kedua ruang yang berjarak, atau menghubungkan seluruh rangkaian ruang-ruang yang tidak mempunyal hubungan langsung satu sama lain
Ruang perantara yang cukup kesar, dapat menjadi ruang yang dominan dalam hubungannya dengan ruang-ruang lain dan mampu mengorganisir sejumlah ruang yang terkait
Bentuk ruang perantara dapat terjadi dengan sendirinya atau ditentukan oleh bentuk dan orientasi dan kedua ruang yang terkait
Contoh penerapan hubungan ruang yang bersebelahan :
Langganan:
Postingan (Atom)